Saya belum lama duduk di ruang kerja kami, ketika terdengar suara lakban/selotip besar dari ruangan lain di sanggar yang sederhana ini. Lakban biasanya kami gunakan untuk menutup dan merekatkan kardus yang dipakai sebagai wadah paket pin kayu. Sejenak kemudian pimpinan produksi kami -ukhti Wiwin- mengabarkan bahwa order dari Jakarta telah siap untuk dikirim. Alhamdulillah.Meski tak banyak jumlah produk yang dikirim, tapi pengiriman ini cukup berkesan. Sudah lama kami tidak mengirim pin kayu ke wilayah ibukota. Bahkan sebenarnya boleh dikatakan bahwa selama ini kami tak memiliki distributor di kota Jakarta. Padahal ibukota adalah pusat perputaran roda ekonomi yang paling hebat di Indonesia ini.
Dahulu kami mengirim pin kayu kepada Bursa Jilbab Benayu di sekitar jalan ke arah Depok, tetapi sudah lama pengiriman ini terhenti. Terutama sejak terjadi 'krisis' baik di tengah kelesuan ekonomi masyarakat, maupun di dalam sanggar kami sendiri. Akhirnya pengiriman ke Benayu terhenti. Pada saat bursa jilbab ini meminta pengirimlan lagi, kondisi kami sedang berada dalam keterpurukan.
Saat siang tadi kami kembali mengirim ke wilayah ibukota, maka ini adalah cerita yang baru lagi. Memang cukup mengherankan, bahwa dari kota Bandung pun terdapat peminat pin kayu, sementara beberapa 'alumni' q-handicraft juga memproduksi pin kayu. Ternyata belum semua orang menyadari kehadiran pin kayu, meskipun telah 9 tahun 'bergentayangan' di tanah air. Mungkin karena jumlah pin yang diproduksi 'haqqul yaqin' tidak seimbang dengan jumlah penduduk Indonesia yang muda dan berkerudung sekalipun.
Semoga pemesan pin kayu di Ibukota, yang akan segera menerima pin kayu ini, merasa puas atas kiriman kami. Semoga pula pin kayu membawa manfaat. Amiin.
Social Media