• FYI

    10 March 2008

    Angin Ribut Melanda Sanggar Pin Kayu

    Hari Sabtu kemarin pada awalnya adalah hari yang cerah. Tidak nampak akan terjadi sesuatu di sore harinya. Saya masih sempat pergi ka arah pusat kota untuk suatu keperluan dan pada saat pulang itulah mulai tampak gejala alam yang tidak wajar.
    Beberapa pengguna sepeda motor (baisikal) seperti saya, yang melaju dari arah berlawanan, menggunakan mantel atau jas hujan. Padahal setahu saya pada saat berangkat tidak ada hujan, dan cuaca biasa saja. Rupanya sore itu awan hitam menaungi wilayah sekitar Godean, sementara di pusat kota tak ada awan dan cerah-cerah saja. Saya mengira ada perbedaan tekanan udara yang tidak seimbang di wilayah kami.
    Benar saja, di batas jembatan sekitar wilayah sanggar kami hujan sudah turun. Jadi pantas saja, mereka yang menuju kota sudah mendapatkan hujan, bahkan sebagian pengendara motor sudah berteduh. Saya tidak berhenti untuk memakai jas hujan (raincoat) karena melihat hujan sudah mulai reda.
    ...
    Reda? Ternyata samasekali tidak. Sore itu hujan deras ditambah angin besar menyapu sanggar kami. Ada dua pohon yang tumbang hampir menimpa rumah di seberang sanggar kami, bahkan genting wuwungan di atap rumah tetangga sampai terlontar dan merosot kebawah disapu angin puting beliung.
    Petugas sekuriti di kawasan rumah saya mengaku angin ribut yang membawa hujan ini membuat pos satpam juga basah kuyup. Angin menyembur dengan ganas, membuat takut dan panik orang-orang.
    Saya pernah melihat angin seperti ini satu kali pada malam hari, dan saat melihat ini di siang hari, tak urung ciut juga nyali ini. Allahu akbar, betapa luar biasa bukti kekuasaan-Nya.

    Letter Pins

    Quote Pins

    Other Products